var id = "96aa93afae81dcfd504762dd05869f181ac8b96c"; class="archive category category-kesehatan category-162 no-slider content-r" layout='2'>

Category Kesehatan

Waspada Alergi Kacang Pada Anak, Konsultasi Dengan Dokter Anak Langsung!

Anak yang sangat sensitif terhadap macam-macam masalah kesehatan sangat rentan mengalami alergi. Alergi kacang adalah salah satu alergi yang sering terjadi pada anak. Namun, anak yang mengonsumsi kacang lebih awal ternyata bisa mencegah terjadinya alergi. Bahkan anak yang mempunyai risiko alergi mulai mengkonsumsi kacang pada usia 6 bulan. Selain itu, ada beberapa hal yang harus orang tua ketahui tentang alergi kacang pada anak. Apa saja sih yang harus diketahui orang tua? Berikut jawabannya.

Kacang sendiri adalah jenis makanan yang bagus untuk dikonsumsi, karena mengandung banyak nutrisi seperti lemak, vitamin, karbohidrat, protein, dan mineral. Perlu diketahui, alergi kacang juga bisa terjadi pada orang dewasa, tapi kebanyakan terjadi pada anak-anak. Bahkan, saat mengalami alergi penanganan wajib segara dilakukan atau bisa hubungi dokter anak, dikarenakan untuk mencegah reaksi yang berat. Reaksi alergi kacang juga beragam seperti bersin, gatal pada kulit, diare, hingga muntah.

dokter anak

Alergi ini terjadi saat kekebalan tubuh bereaksi dan menganggap kacang adalah zat berbahaya, reaksi yang satu ini bisa membuat tubuh senyawa kimia yang biasa disebut histamin. Histamin bisa menyebar melalui pembuluh darah dan membuat berbagai jaringan tubuh seperti saluran pernapasan, kulit, dan usus, serta memicu terjadinya gejala alergi. Di bawah ini akan dijelaskan seseorang yang bisa mengalami alergi kacang.

  1. Seseorang yang mengonsumsi kacang.
  2. Jika penderita sangat sensitif hanya dengan melakukan kontak secara langsung antara kulit dan kacang bisa membuat orang itu mengalami alergi.
  3. Mencium atau menghirup debu yang mengandung kacang.

Ada beberapa orang yang berisiko tinggi menderita alergi kacang, yaitu:

  1. Bayi dan anak-anak, dikarenakan sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna.
  2. Orang dewasa yang pernah mengalami alergi saat masih kecil atau mempunyai keluarga dengan riwayat alergi tersebut.
  3. Orang yang mempunyai alergi pada makanan tertentu.
  4. Orang yang menderita eksim atopik.

Reaksi yang muncul pada penderita alergi berbeda-beda, mulai dari ringan hingga parah. Hal ini harus diperhatikan orang tua. Gejala alergi kacang umumnya dirasakan dalam hitungan menit hingga jam, setelah penderita menghirup atau mengonsumsi kacang. Gejala awal alergi kacang seperti hidung tersumbat, sakit kepala, mata berair, bersin, kram di perut, mual bahkan sampai muntah, bibir membengkak, diare, dan rasa tidak nyaman di sekitar mulut atau tenggorokan, serta kulit terasa gatal, muncul ruam dan kemerahan.

Segera bawa ke dokter anak ketika muncul gejala alergi, walaupun gejala tersebut masih dikatakan ringan. Namun, saat seseorang mengalami sesak napas, pusing yang hebat, bahkan kehilangan kesadaran segera bawa ke rumah sakit terdekat. Gejala-gejala tersebut harus diwaspadai, dikarenakan dapat menandakan syok anafilaksis yang bisa membahayakan nyawa penderita.

Langkah pencegahan terbaik alergi makanan tertentu adalah menghindari jenis makanan yang berbahan dasar kacang seperti kue, roti, biskuit, sereal, permen, dan selai. Akan tetapi, sebelum itu harus memastikan adanya kacang atau tidak, periksa label komposisi terlebih dulu.  Walaupun terlihat ribet dan lama, hal ini sangat penting dilakukan  untuk menghindari anak mengalami alergi kacang. Jangan sampai lupa jika anak menderita alergi, beri tahu keluarga, teman, atau kerabat terdekat bahwa anak Anda mempunyai alergi kacang, sehingga mereka dapat membantu Anda menghindari anak dari makanan berdasar kacang.

Untuk info lengkapnya tentang alergi kacang pada anak, bisa konsultasi langsung dengan dokter anak. Namun, jika ingin terlihat mudah, bisa buka aplikasi Klikdokter untuk mendapatkan jawabannya.

Read More